Rabu, 20 Februari 2013

Salam Hangat Epigraf!


Epigrafi.......mungkin sebagian orang ada yang tidak tau ilmu apa itu, mungkin sebagian orang juga tau itu adalah ilmu tentang tulisan kuno. Namun, Epigrafi tidaklah hanya sebatas ilmu yang mengkaji tulisan kuno. Khususnya Epigrafi Indonesia dengan berbagai ragam prasasti yang telah ditemukan. Epigrafi bukanlah ilmu yang perlu dikesampingkan karena mungkin sebagian orang merasa tidak terasa manfaatnya dan juga sedikit sekali orang yang berkecimpung didalamnya. Namun, taukah anda jikalau prasasti mengandung beribu ragam informasi yang belum kita ketahui mengenai kehidupan masyarakat masa lampau??. Memang tujuan utama Epigrafi membaca tulisan kuno, itu yang perlu menjadi dasar keahlian epigraf. Namun hasil pembacaan tersebut kurang berpengaruh terhadap masyarakat awam yang tidak tau menau mengenai bacaan tersebut. Beberapa ahli telah berpendapat, khususnya Prof.Dr.Boechari, bahwa para epigraf perlu menjabarkan apa yang terkandung di dalam prasasti tersebut, agar hasil penelitian epigraf mengenai suatu prasasti dapat digunakan berbagai macam kalangan untuk dikembangkan berdasarkan isi prasasti dan ilmu masing-masing penelaah. Jadi, tidak heran jikalau para Epigraf bak detektif yang ingin mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat masa lampau.
lihatlah  ukiran aksara yang sangat indah diukir pada lempeng logam

Sudah sempat disinggung dalam posting sebelumnya mengenai jenis-jenis prasasti dilihat dari isinya. Namun akan dijabarkan lebih meluas dalam postingan kali ini. Pada prasasti berbagai macam informasi yang dapat diketahui yaitu:
seni pahat arca yang indah
  1. Masyarakat masa lampau sudah mengenal teknik; dalam hal ini yaitu pembuatan prasasti. Baik prasasti batu maupun logam dibentuk berdasarkan keinginan yang ada pada masa tersebut. Memang pada masa awal, bentuk prasasti hanya berupa bentuk batuan alam, namun selama berjalannya waktu masyarakat mulai gencar membentuk prasasti dengan berbagai ragam bentuk, baik kecil maupun besar, baik batu maupun logam. Juga tak ketinggalan mengenai alat-alat yang digunakan untuk memahat prasasti dan mengukir aksara, pasti memerlukan pengetahuan yang baik tentang pembuatan alat tersebut. Selain itu pada masyarakat masa lampau juga sudah mengenal teknik pengairan dengan membuat saluran air dan bendungan-bendungan pada masa kerajaan Majapahit.
  2. Masyarakat lampau mengenal seni; hal ini sangat tampak jelas dari seni ukir aksara pada prasasti, seni bentuk prasasti, seni hias pada prasasti dan juga seni bangun yang ada pada bangunan-bangunan candi, seni pahat batuan candi, seni membuat arca baik arca batu maupun logam, serta wayang. 
  3. Masyarakat masa lampau dan arsitektur megah; masyarakat Indonesia sudah seharusnya berbangga hati memiliki kekayaan budaya yang tampak dari arsitektur candi maupun tata permukiman. Informasi yang ada dalam prasasti mengenai bangunan yang dibuat oleh seorang raja dengan tujuan tertentu sangat membantu para arkeolog menemukan bangunan tersebut, waktu pembangunan bangunan tersebut dan juga fungsi bangunan tersebut. Pembangunan candi juga tidak hanya sebatas ingin membangun saja, tapi ada aturan yang harus diikuti dalam kitab pembangunan candi, yang mencakup lokasi yang bagus, bahan yang digunakan, kondisi lahan, bentuk candi, dll.
  4. Masyarakat masa lampau mengenal hukum dan politik; tidak heran jika masyarakat masa lampau sudah tertata dengan baik kehidupannya, karena ada suatu hukum dan aturan yang dijalankan pada saat itu. Seperti halnya pemilihan raja yang sangat bergantung pada garis keturunan dan juga pembagian daerah kekuasaan antar anak raja. Demikian pula berbagai macam para pejabat pemerintahan yang dikenal dengan istilah mangilala drawyahaji yang mengurusi urusan seluk beluk kehidupan masyarakat masa lampau. Adapula pengaturan pajak dan pembebasan pajak, pajak yang dikenai oleh warga asing atau yang disebut warga kilalan, hal-hal apa saja yang membuat masyarakat atau seseorang dikenai sanksi hukum, hingga putusan pidana dan perdata yang khusus dibuat dalam prasasti jayapattra. Dalam hal antar kerajaan, ada pula politik untuk merebut dan mengatur wilayah cakupan kerajaan, kemudian batas-batas daerah kekuasaan dengan didirikannya prasasti sima agar satu daerah tidak berebut dengan daerah lain, atau juga bahwa daerah tersebut milik seorang penguasa dari kerajaan tertentu, juga dalam penggunaan lambang raja. Politik raja dalam hal mancanegara yaitu dengan adanya kerjasama antar kerajaan.
  5. Masyarakat masa lampau dan ekonomi; ekonomi dan kerajaan sangat erat kaitannya. Bila ekonomi terpuruk maka terpuruk pulalah kerajaan tersebut. Dari lingkungan masyarakat, pasar sudah dikenal sebagai suatu wadah ekonomi, ada pula ekspor impor yang dilakukan suatu kerajaan dengan kerajaan lain. Adapula hasil pertanian yang dijual berdasarkan jenis dan takaran yang sudah ditetapkan aturannya, penanaman berbagai jenis tanaman,dll.
  6. Masyarakat masa lampau dan astronomi, tidak hanya digunakan dalam sistem pelayaran, namun juga digunakan dalam penentuan pembuatan prasasti pada hari itu (apa saja yang dapat terbaca di alam menurut astronomi).
  7. Masyarakat masa lampau antara seni musik dan tari; seni baik pada masyarakat masa kini dan masa lampau sudah ada dalam diri manusia. Berdasarkan sumber prasasti banyak beragam alat musik yang sudah digunakan pada masa lampau, juga beragam tarian maupun profesi seni, ada penari, pelawak, pendongeng, dll. 

seni pahat arca dengan detail
yang cantik



candi Prambanan yang megah


Jadi, masyarakat masa lampau bukanlah berarti masyarakat yang tidak tau apa-apa, melainkan masyarakat yang memang sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan teknologi yang ada pada masa itu. Begitu pula masyarakat sekarang yang kian bertambah pengetahuan dan kemampuan berdasarkan teknologi yang ada pada saat ini, seharusnya memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih. Budaya dan sejarah masa lampau bukanlah hal yang perlu kita lupakan, namun sebagai tolok ukur agar mampu mengatasi berbagai macam kendala yang ada pada saat ini, juga menguatkan jati diri masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang berbudaya dan berkemampuan dalam segala aspek kehidupan, karena dahulu kita adalah bangsa yang berpengetahuan dan beradab.

Salam Epigraf!,
Vernika 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar