Selasa, 23 April 2013

Prasasti Islam yang Tertua di Dunia Melayu?



Ludvik Kalus


Inskripsi pada batu nisan Fatima bint Maymun, yang ditemukan di Leran (Jawa) dan bertanggal 475 H, adalah prasasti Arab yang umumnya dianggap sebagai yang tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. Meskipun kini tempat nisan itu ditemukan (atau pernah ditemukan dahulu) telah menjadi suatu tujuan ziarah (sedangkan nisan itu sendiri sudah beberapa bulan lalu dipindahkan ke museum Trowulan), rupanya inskripsi tersebut harus dipandang sebagai barang impor ke alam Indonesia. Sebuah benda lain, yang sangat berbeda jenisnya, yang tidak bertanggal dan mungkin sama-sama merupakan barang impor, barangkali saja lebih kuno.

Benda itu adalah sebuah cap-jimat yang ditemukan di Barus (Sumatra) oleh suatu tim arkeologi Indonesia-Prancis pada tahun 1997, waktu diadakan penggalian di situ. Cap-jimat itu ditemukan di situs Lobu Tua, di luar kerangka stratigrafi. Situs itu sendiri diketahui berasal dari periode pertengahan kedua abad ke-9 M sampai abad ke-11 M, tetapi sukar diketahui bagaimana benda kecil di atas (yang kiranya kehilangan oleh si pemiliknya) dapat ditentukan masanya. Patut dicatat lebih dahulu bahwa inilah cap-jimat Islam kuno yang pertama ditemukan di Indonesia.

Deskripsinya sederhana saja. Cap-jimat itu dibuat dari kaca tembus-lihat berwarna hijau tua, berbentuk lonjong, dengan pinggir bawahnya berlekuk. Ukurannya 15 mm panjang, 13 mm lebar, dan 3 mm tebal. Di sisi bawah terdapat sebuah inskripsi dua baris dalam bahasa Arab berupa relief timbul. Di baris pertama terbaca “Allah” dengan tulisan hias di mana ruang di antara kedua huruf  lam terisi dengan tiga garis mendatar ditambah sebuah lingkaran kecil di atasnya. Alif awal kata itu berbentuk semacam mata kail (yang menyebabkan kata itu dapat juga dibaca “bi-llah”), sedangkan ha akhir berbentuk garis pendek tegak yang terbelah. Baris kedua berisi kata “Muhammad” yang ditulis dengan gaya tulisan bersudut sederhana. Maka inskripsi itu berbunyi “Allah, Muhammad” atau kemungkinan lain “Demi Allah, Muhammad” yang memang sangat bersahaja.

Tulisan itu terbalik, maka benda itu jelas sebuah cap. Namun oleh karena isinya dan oleh karena inskripsi itu dapat juga dibaca (dari sisi atas) dalam urutan huruf yang sebenarnya karena bahannya tembus-pandang, maka boleh diduga ia juga mempunyai fungsi kedua sebagai jimat. Benda itu sejenis aji-aji yang biasa di bawa dalam saku.

Menentukan masa dan daerah asal benda itu sangat sulit dibandingkan bentuk sederhananya, atau justru sangat sulit karena begitu sederhana. Penentuan masa sebuah cap umumnya tidak mudah, dan lebih susah lagi, bahkan kadang kala mustahil, dalam hal cap yang tidak ada linglungannya, seperti cap dari Lobu Tua itu. Boleh dipertanyakan apakah seumur dengan situs tersebut. Sedangkan mengenai daerah asalnya, dapat langsung dikatakan barang impor karena pembuatan kaca tidak mempunyai tradisi lama di Indonesia.

Sifat teks yang sangat sederhana tersebut mirip dengan isi cap-cap sebelum periode Mughal, bahkan sebelum periode Saljuk, namun ini baru suatu petunjuk, bukan bukti. Bentuk lonjong dan pinggir bawah berlekuk cukup umum pada periode tersebut. Sebenarnya umum juga pada zaman modern tapi dengan ukuran biasanya lebih besar. Selain itu dapat dikemukakan bahwa cap periode “klasik” dibuat terutama dari berbagai batu permata, sedangkan cap dari kaca jarang ditemukan sebelum zaman modern, tetapi di Indonesia boleh saja sebuah benda kaca lebih dipandang daripada batu permata. Kata “Allah” sering ditulis secara berhias dalam inskripsi Arab dan demikianlah halnya cap Lobu Tua ini, namun kami tidak berhasil menemukan inskripsi yang serupa di antara sekitar 1500 cap dan jimat Islam kuno yang pernah kami pelajari. Mengenai tulisannya, sejauh dapat dianalisa dalam inskripsi sesingkat itu dapat saja berasal dari periode diatas, lebih tepat dari pertengahan keduanya.

Sebagai kesimpulan pembahasan tersebut, cap Lobu Tua diperkirakan berasal dari abad ke-10-ke-11 M, sedangkan daerah asalnya jelas harus dicari di luar Indonesia. Mengingat berbagai hubungan niaga pelabuhan Barus pada masa yang bersangkutan, maka Iran dan terutama Khurasan harus dipertimbangkan karena waktu itu kaca sudah lama sekali dibuat di daerah tersebut.

Dengan demikian, mungkin saja cap itu merupakan benda Islam yang tertua yang pernah ditemukan di Indonesia, meskipun kita harus sangat hati-hati dalam hal ini. Sebagai benda sederhana yang sulit lagi rumit interpretasinya, cap itu sesuai sekali dengan situs penemuannya, dimana begitu banyak pertanyaan lain dari dulu tidak terjawab (tetapi mudah-mudahan akan terpecahkan di masa depan).



Claude Guillot dan Ludvik Kalus, 2008
Laddy Lesmana, dkk (Penerj.)
 Inskripsi Islam Tertua di Indonesia
Jakarta: KPG bekerjasama dengan EFEO Indonesia dan Forum Jakarta-Prancis
Hlm: 33-36 

1 komentar:

  1. PIANOQQ.NET adalah Agen Domino 99 Terpercaya yang hadir di tengah-tengah Anda untuk memberikan pengalaman taruhan poker, domino, aduq, bandarq, capsa susun, bandar poker, sakong Dan bandar66 online terbaik.

    PIANOQQ.NET hadir dengan berbagai kelebihan seperti:

    => 1 ID bisa untuk main 8 Games (Poker, Domino 99, AduQ, BandarQ, Capsa Susun,Bandar Poker, Sakong Online Dan bandar66)

    => Pelayanan super top, cepat dan responsif serta sangat ramah

    => Bonus cashback 0.3 Setiap 5hari sekali

    => Bonus Referral 20%

    => Proses deposit dan withdraw secepat kilat

    => Langsung main tanpa perlu Install aplikasi

    => Dukungan aplikasi Android dan iOS

    => Menggunakan sistem keamanan terbaru, tanpa captcha, tanpa ribet

    => Support 5 Bank Populer Indonesia:
    -> BCA
    -> MANDIRI
    -> BNI
    -> BRI
    -> DANAMON


    => Mudah menghubungi kontak:
    BBM : DD359B84
    WA : +85598921623
    LINE : pianoqq88
    IG : https://www.instagram.com/PianoQQ888/

    BalasHapus